Blog (sangat) baru saya
Blog untuk mencurahkan pikiran saya
Blog untuk mencurahkan pikiran saya
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/498687/44/
Suaranya lantang, penuh keyakinan, berwibawa. Di depan para petinggi BPUPKI yang terhormat pada 1 Juni 1945 seorang anak muda berpidato, “Indonesia merdeka, political independence, politieke onafhankelijkheid, tidak lain dan tidak bukan ialah satu jembatan!”
Dia adalah Soekarno, founding father sebuah negeri yang kelak bernama Indonesia. Mereka bukanlah sekumpulan dewa, cuma manusia biasa seperti kita.Mereka makan,tidur, terluka, dan bisa merasa takut. Bedanya, seperti orang-orang besar di mana pun di seluruh dunia,mereka hidup demi orang lain dan terus maju dengan keyakinannya itu.Hidup demi masa depan.Bukan hanya hidup demi keegoisan diri sendiri,apalagi demi kebanggaan masa lalu.
Dari keyakinannya itu lahirlah semangat pengorbanan yang luar biasa. Lihatlah Soekarno yang rela dipenjara di Sukamiskin, PNI dibubarkan, sampai akhirnya ia berhasil merumuskan Pancasila setelah merenung di bawah pohon. Tan Malaka lebih “gila”. Demi ambisinya untuk Indonesia Merdeka, ia memiliki 23 nama palsu karena diburu polisi rahasia Belanda,Inggris,Amerika,dan Jepang.
Selama bertahun-tahun ia harus melarikan diri ke 11 negara berbeda dan menempuh perjalanan 89.000 kilometer–dua kali jarak yang ditempuh Che Guevara di Amerika Latin. Berkat pengorbanan para founding fathers itulah kita bisa menikmati jembatan emas itu sekarang. Sayangnya,jembatan emas itu kini compang-camping,rusak di sana-sini.Emasnya mungkin telah hilang sebagian.
Indonesia kita tengah didera berbagai macam masalah. Saat ini, di mana bangsa Indonesia sedikit bingung akan jati dirinya, penyesuaian cara-cara pengajaran ideologis Pancasila dengan kemajuan zaman menjadi begitu relevan.Menurut saya, indoktrinasi P4 ala Orde Baru sudah tidak mempan. Buatlah program yang lebih inovatif, menyenangkan, dan mudah dimengerti.
Perbaikan-perbaikan dalam program penanaman nilai Pancasila akan menumbuhkan harapan baru kita untuk perang melawan masalah-masalah ganas ini. Sebutlah misalnya korupsi.Tidak tanggung-tanggung,predikat negara terkorup pernah disandang negeri ini. Untunglah, dari tahun ke tahun, penilaian Transparency International menunjukkan ada perbaikan yang berarti di Indonesia. Perang KPK dan masyarakat berhasil membawa perbaikan yang signifikan.
Anies Baswedan mengatakan dalam setiap masalah ada dua pilihan,“berpangku tangan atau turun tangan”.Ini saatnya untuk “turun tangan”,berjibaku memperbaiki jembatan emas kita.Saya yakin Ibu Pertiwi bangga dengan anak-anak negeri ini yang walau hatinya gelisah,pikirannya kalut,tak mampu berbuat banyak,dan mungkin juga ketakutan,ia tetap menegakkan tubuh,memberanikan diri,dan bertindak.●
WAHYU AWALUDIN
Mahasiswa Program Studi Indonesia,
FIB Universitas Indonesia (UI) Angkatan 2008 dan
Peserta Beasiswa PPSDMS
***
Akhirnya sensasi ini terasa kembali. Setelah vakum cukup lama di media, nah, mari kita bergerak lagi
:)
Kami (Taken with instagram)
Akan penuh rindu (Taken with instagram)
tiba-tiba semangat lagi :)
find the nich markets
Hal yang paling lucu dalam hidup adalah fakta bahwa salah satu kunci kebahagiaan ternyata berada dalam keluarga. Kunci itu ada di tangan ayah-ibumu. Mengapa saya bilang lucu? karena ternyata banyak orang yang mencari selain itu. Ia berkelana ke narkoba, rokok, vodka, seks, kehidupan malam, harta, atau jabatan.
Letaknya di sana. Kebahagiaan itu ada di dekatmu, ada di bakti kepada kedua orangtuamu, bercengkrama dengan ayahmu, dan mematuhi ibumu. Ingatlah bahwa saat mereka berdoa, tujuh lapis langit akan terbuka, dan Allah akan mengirim rahmat-Nya begitu deras untukmu. Perhatikanlah.
Tak jauh, begitu pula aku. Ku berjalan jauh hanya untuk kembali. Mencari prestasi yang tinggi, kehebatan yang mumpuni, sampai kusadari bahwa ketenangan hati dan kekuatan jiwaku ada di kedekatan dengan orangtuaku.
Ibu, anakmu pulang.
Menurut Wikipedia, kreativitas mempunyai arti kira-kira begini:
“the phenomenon whereby a person creates something new (a product, solution, artwork, literary work, joke, etc.) that has some kind of value”
Definisi itu cocok sekali dengan Belanda yang memang terkenal kreatif. Hal ini bahkan diamini oleh orang sekaliber Michael E Porter. Michael E Porter adalah profesor di Harvard Business School. Pada tanggal 3 Desember 2001, prof Porter memberikan kuliah umum yang berjudul “Innovation and Competitiveness: Findings on the Netherlands” di kota Hague, Belanda.


Ket: kota Hague
Dalam kuliah itu, prof. Porter menerangkan bahwa Belanda termasuk negara yang penuh inovasi dan kreativitas. Akhirnya kreativitas itu pula yang mendukung Belanda sehingga maju. Grafik gambaran inovasi Belanda menurut prof. Porter bisa dilihat di gambar berikut:

Kita bisa melihat bahwa menurut prof. Porter, kualitas inovasi Belanda termasuk kelas atas di dunia. Ia berada di urutan 8 dunia. Bahkan Belanda berhasil mengungguli Prancis, Jerman, dan negara-negara maju Eropa lainnya yang terkenal akan kreativitasnya.

Begitu pula dalam gambar di atas kita bisa melihat bahwa jumlah paten yang dibuat oleh orang Belanda karena kreativitas mereka kira-kira 100 paten per 1 juta orang. Ini adalah jumlah yang sangat membanggakan.

Kreativitas dan inovasi yang telah ditradisikan di Belanda akan menghasilkan prestasi demi prestasi. Misalnya saja baru-baru ini perusahaan dari Belanda, Qolpac, baru saja memenangkan CMA (Contacless Mobile Awards) 2012 kategori Contactless / NFC Innovation of the Year, sebuah ajang award IT mobile bergengsi level dunia yang diadakan oleh Contacless Intelligence. Qolpac berhasil menyingkirkan perusahaan-perusahaan skala global yang inovatif lainnya seperti DeviceFidelity (Amerika), eProvenance (Prancis), dan AQ Corporation (Korea Selatan).

Ket: Leo Welzig dari Qolpac saat menerima hadiah

Ket: para pemenang CMA 2012
Qolpac memenangi Contactless / NFC Innovation of the Year dengan membuat aplikasi mobile tentang kesehatan yang kreatif dan inovatif yang diberi nama Healtheness. Saat ini, jika aplikasi di smartphone kita lebih bersifat individual, Qolpac dengan program OtCM (Objective Therapy Compliance Measurement), membuat terobosan yang kreatif.

Selama ini, walaupun kita sudah berobat ke dokter, terkadang kita malas minum obat. Entah karena malas, takut minum obat, ataupun memang karena lupa. Qolpac berhasil menemukan solusi permasalahan ini dengan cara membuat OtCM lebih sosial, menciptakan komunitas kesehatan, terhubung dengan para pasien lainnya dan para dokter. Jadi, jika misalnya ada permasalahan, pasien bisa langsung menghubungi dokternya via aplikasi Healtheness ini. Begitu pula, jika sedang malas meminum obat, pasien bisa masuk ke komunitas kesehatan yang diwadahi oleh Healtheness untuk saling meyemangati. Menurut AppCircus.com, aplikasi Healtheness ini bisa dilihat di Android, BlackBerry, iOS (iPhone, iPad, iPod Touch), Java ME, dan Windows Phone 7.

Kiprah Qolpac ini seolah mengamini pendapat Prof. Porter dalam kuliahnya bahwa “It is not what industries a nation competes in that matters for prosperity, but how firms compete in those industries”.
Semangat terus, pemuda Indonesia! Mari contoh semangat Belanda!
:)
Sumber:Qol
http://contactlessintelligence.com/contactless-mobile-awards-2012/cma-2012-winners/
http://drfd.hbs.edu/fit/public/facultyInfo.do?facInfo=bio&facEmId=mporter
http://dictionary.reference.com/browse/creative
http://en.wikipedia.org/wiki/Creativity
http://appcircus.com/apps/healtheness
http://www.prurgent.com/2012-05-07/pressrelease240575.htm
Porter, Michael. E. 2001. Innovation and Competitiveness: Findings on the Netherlands. http://www.isc.hbs.edu/Netherlands%20Innovation%20Lecture%2012-03-01%20VHI%20(final)1.pdf Qolpac.com. Diunduh tanggal 13 Mei 2012
Qolpac Team. http://www.qolpac.com/uploads/downloads/Qolpac_Product_Presentation_May12.pdf. Diunduh tanggal 12 Mei 2012.
1. Mumpung masih panas soal Mapres-mapresan UI, saya jadi ingin share tentang artikel yang pernah saya buat :)
2. Mapres (mahasiswa berprestasi) adl orang2 yg hebat, setuju ya? kalau nggak hebat ya nggak jadi mapres.
3. Mereka -para Mapres itu- pastinya miliki prestasi segudang, juara ini-itu. The problem is: “kita sudah kasih apa ke lingkungan?”
4. Ada banyak sinonimnya: kontribusi, nilai tambah, manfaat, bantuan. Seorang Mapres selayaknya memberi manfaat yg lebih utk lingkungannya
5. Seperti kata paman Ben di film Spiderman, “With great power, comes great responsibility”. tanggungjawab para mapres justru lbh besar
6. Pepatah Arab juga mengabadikan, “siapa yang tak memiliki takkan mampu memberi”. Para mapres memiliki bnyk hal tentunya -misalnya talenta
7. mapres2 adl bibit unggul pemuda Indonesia. Alangkah mempesonanya jika bibit2 itu dikaruniai karakter pemimpin -visioner dan sejenisnya
8. Klarifikasi, saya pun belum ada apa-apanya, gagal pula jadi mapres. Ini adl harapan alih-alih tuntutan :)
9. Good job utk para mapres UI. Semangat memanfaatkan apa yang sudah kamu dapatkan. Selamaat! :)
10. Eh saya tambahin deh..jangan pernah berpikir bahwa “kontribusi” yg saya maksud berarti “aktif di organisasi kampus”. hehe ga kok
11. Memang ada @andreassenjaya (Mapres 2 UI 2010) yg jadi Wakil ketua BEM waktu dia Mapres, tapi ada jg Rio Febrian (Mapres FIK) yg bisnis
12. Dengan bisnisnya, Rio memutar roda ekonomi. Berani bilang dia tidak berkontribusi?
13. Jangan lupakan poin ini ya: kompetisi mapres itu kompetisi akademis. Bnyk mahasiswa hebat dalam bidang non-akademis yg g tertarik mapres
14. Pada akhirnya, memandang terlalu hebat para mapres pun tidak bijak. Silakan contoh mereka, tp jangan naif, hehe. :)
15. Kuncinya hanyalah “follow your passion”. Dengan passion, kita bisa jadi yg terbaik di bidang masing-masing. :)
16. FInally, yg mau gw bilang, “bagi yg bukan mapres tetep semangat, jadi yg terbaik aja di bidang lo masing2!” :D
1. Begini, tahukah kamu metode terbaik itu adalah metode yang paling cocok dgn dirimu sendiri?
2. Tak usah terpana dgn begitu hebatnya metode yg dilakukan orang2 luar biasa. Coba saja, tp jgn pernah terpaku.
3. Coba, rasakan..kalau gagal, evaluasi. Kalo cocok teruskan. Nanti lama-lama kita akan ketemu sama style kita sendiri. Fokus di situ.
4. Fokus plus pengalaman akan menambah ketajaman style kita..dan itulah yg dinamakan branding. Bangun terus brand pribadi kita.
5. Jelas, dengan branding yg kuat, tinggal tunggu waktu sampai kau sukses. Mudah kan teorinya? Prakteknya yg menantang.